Tuesday, August 28, 2012

23rd.

Alhamdulillah, today marks the 23rd anniversary for umi ayah.

Anak sulung yang nakal, yang usik budak dekat tadika sampai menangis, yang tersalah naik bas masa darjah satu sampai sesat-sesat, yang kena kejar sebab malas nak solat, yang kena question mana hilang 1 markah bila dapat 99% dalam periksa, yang berapa kali buat tak tau bila di-request pakai tudung labuh, yang... the list will go on and on.

Tapi umi ayah tak pernah tak sayang saya. Tak pernah biarkan saya. Tak pernah putus doakan saya.

Moga Allah kurniakan umi ayah kebaikan di dunia dan akhirat.
Moga perbuatan baik yang saya buat ada saham untuk umi ayah yang menjadi penyebab saya lahir di dunia.
Moga kami adik-beradik jadi anak yang soleh solehah dan dapat jadi saham akhirat umi ayah.

Along Munzir, we miss you.
Along is my big brother whom I've never met.
That's why I'm being called 'angah' in the family.
I remember when I was in primary school, I often cried and questioned why don't I have a big brother.
I've always always always wanted a big brother. Baca Hlovate's lagi la rasa nak ada abang.
But Allah knows best, yes.
Along is waiting for umi ayah in His Jannah.
Along is waiting for us all.

"And those who believed and whose descendants followed them in faith - We will join with them their descendants, and We will not deprive them of anything of their deeds. Every person, for what he earned, is retained."
[52:21]


'Maybe it's in the form of son-in-law, perhaps?'
"Pray for me, umi." 
 

No comments: